so this way, ya teman-teman!
eits..stop, lupa salamnya yah?! hehe
oke, Assalaamu'alaykuuum teman!! :)
sesuai judul postingan ini, saya mau ceritain sedikit memori saya tentang kawanan yang jatuh dari langit, dan datangnya selalu bergerombol. apa itu? yap! *hujan.. ;)
hujan itu datang setelah mendung. ada yang deras banget, ada yang biasa aja tapi awet, ada yang gerimis aja tapi ngga ada mendungnya sama sekali, ada yang deres tapi ngga mendung, bahkan ada yang dibarengin sama kilat, petir, sampe jadi hujan badaii. #mbulett yya?? yap, mungkin kurang lebihnya begitu lah. :D
semakin pekat mendungnya, semakin deras hujannya...
ssstt..tapi jangan salahh, setelah badai pasti ada pelangi. meskipun pelangi kadang ngga bisa kita liat, soalnya transparan sihh ^_^ inget ngga, warna pelangi ada apa aja? katanya sih dulu waktu TK warnanya cuman ada merah. kuning, sama hijau. *pampang video lagu Pelangi. cuilan lirik : merah, kuning, hijau di langit yang biru... ternyata, temann.. setelah saya belajar fisika di SMA, saya tahu bahwa warna pelangi itu ada TUJUH. #ehm..kenapa jadi ngomongin pelangi?
next, karena pelangi bakal ada di cerita saya setelah cerita tentang hujan ini. :)
hem..kenapa ada mendung? kenapa setelah mendung itu ada hujan? dan kenapa setelah hujan ada teduh? sehingga langit diwarnai pelangi, dengan lengkungan senyumnya yang memuaskan membahagiakan kesepian. *senyum-senyum sendiri :)
Tuhan..andaikata pelangi datang tanpa ada hujan terlebih dulu, andaikata hujan selalu hanya gerimis dan disertai dengan cerahnya jendela langit.. masihkah kami lega layaknya sajian pelangi yang datang setelah hujanMu, setelah badaiMu? jawabannya pasti TIDAK! -___-"
karena setelah saya survey mati-matian..#huh-hah *gaya ngos-ngosan.. *plak*!
sesuatu yang datangnya instant itu ngga pernah memuaskan. sebenarnya ngga semuanya instant sihh,, mie instant saja yang katanya instant harus direbus dulu beberapa saat biar bisa dinikmati. #repost kalimat sebelumnya.
IYA, sayang..kesimpulannya, ngga ada yang instant di dunia ini!! :) :)
sesuatu yang kamu pengin jadi manis, harus melewati banyak sekali ujian untuk bisa kamu dapetin. got it? harus got it! genggam itu erat-erat,, yakin deh..butuh banget yang namanya ikhtiar, usaha. baruu ujungnya kita andelin DOA / tawakkal. #jleb! nyangkut.
nyangkut ngga? | engga. | apa? engga? | he'em | sangkutin! sekarang!!! | haassh -__-"
dipaksa, boy! paksain ikhtiar duluu..baru nyantai dehh.. pliss saya mohon ke kalian, ke kita, ke diri saya sendiri.. ayok, fokus! ini tuh udah mau ujian, udah mau banyak ujian.. ngertio to, rek.. awak.e dewe iki wes arep ngadepi ujian. ujian seng akeh. mangkane ayo podo sinauu.. masi aku ngga pati sregep sinau, ayoo sinau bareng-bareng.. nek enek seng ngga iso, koyo aku ngene iki, cek'e cepet iso. jadi kaya Bayu Skak gini.. tapi ngga apa, jadi kaya apapun, ayo dech.. semuanya ngga ada yang instant, baby..
ibarat sedikit memori saya tentang mendung, tentang hujan, tentang pelangi.. :)
mendung, yang dengannya hujan menyembunyikan wajahnya untuk memberikan kejutannya kepada seluruh umat manusia. kedatangan hujan yang menyejukkan.. wanginya, dinginnya, sensasinya, meredam emosi. dan pelangi, yang lengkung senyumnya melegakan, membahagiakan kesunyian.. :) #hela napas..hhhmmm
pelangi datang setelah badai, teman.. :)
analoginya. ^_^
you can't have the rainbow without a little rain
Rabu, 27 Februari 2013
Selasa, 19 Februari 2013
Rectoverso : Curhat Buat Sahabat
Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita :
Izinkan aku bercerita :
Telah jauh, kumendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana
Telah jauh, kuterjatuh
Pedihnya luka, di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku di sini...
Pedihnya luka, di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku di sini...
Yang Cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring...sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik: “Pandang aku, kau tak sendiri, oh dewiku...”
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring...sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik: “Pandang aku, kau tak sendiri, oh dewiku...”
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan
Telah lama kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji...
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji...
Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring....sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang telah bermimpi
Dan berbisik : “Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku...”
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring....sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang telah bermimpi
Dan berbisik : “Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku...”
Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi
Dee
Cita-citaku
Cita-cita.. hmm mau jadi apa ya, saya dulu? dokter? guru? perawat? bidan? DOSEN?
ternyata ngga saya rasa, saya nyampe waktu dimana saya harus menentukan langkah kemana saya akan berjalan, berlari, bahkan terbang. 18 tahun, usia yang bisa dikatakan tepat untuk menentukan sebuah kehidupan. Dulu memang, waktu saya masih TK, kisaran usia 5 tahunan. sewaktu ditanya pengin jadi apa, saya selalu jawab bahwa saya pengin jadi dokter. karena apa?! saya juga ngga gitu tahu sihh. karena dokter pekerjaan yang menterengkah? karena dokter biayanya mahalkah? saya belum pernah tahu. saat itu yang saya pikirkan adalah "Wahh jadi dokter tu enak ya, naiknya helikopter. duitnya banyak, pinter pula bisa ngobatin orang sakit." haha dasar anak-anak. diboongin juga ngga ngerti. :D
padahal sekarang kalo saya telaah lagi, (sok belagak profesor hehe) ngapain juga jadi dokter ke rumah sakit aja naik helikopter? emang ada tempat landingnya gitu?? hwaaa pembodohan massal. -___-"
ternyata ngga saya rasa, saya nyampe waktu dimana saya harus menentukan langkah kemana saya akan berjalan, berlari, bahkan terbang. 18 tahun, usia yang bisa dikatakan tepat untuk menentukan sebuah kehidupan. Dulu memang, waktu saya masih TK, kisaran usia 5 tahunan. sewaktu ditanya pengin jadi apa, saya selalu jawab bahwa saya pengin jadi dokter. karena apa?! saya juga ngga gitu tahu sihh. karena dokter pekerjaan yang menterengkah? karena dokter biayanya mahalkah? saya belum pernah tahu. saat itu yang saya pikirkan adalah "Wahh jadi dokter tu enak ya, naiknya helikopter. duitnya banyak, pinter pula bisa ngobatin orang sakit." haha dasar anak-anak. diboongin juga ngga ngerti. :D
padahal sekarang kalo saya telaah lagi, (sok belagak profesor hehe) ngapain juga jadi dokter ke rumah sakit aja naik helikopter? emang ada tempat landingnya gitu?? hwaaa pembodohan massal. -___-"
sedikit sajaaa
sedikit, sedikit, sedikit.. :)
apanya sihh yang sedikit?? :D
apanya?? kok pake sedikit? emang apa yang butuh sedikit? kenapa harus sedikit? *waahh mulai lagi KEPO
okedeh, memang sedikit kok. apanya? ilmunya. apanya? pengetahuannya. apanya? umurnya. yap! Neng Raras mo nulis apa sihh?? mungkin gitu ya, pertanyaannya? :D
To the point ajah usia 18 tahun pernah ngga sihh kepikiran -Nikah Muda-?? jawabannya mungkin : belum, udah, ngga pernah, oh itu cita-cita saya, ato bahkan jawabannya "memangnya ini zaman masih pake senggot??" haha
pernah kepikiran dilamar orang? belum. yahh tapi itulah memang yang sedang jadi dilema buat saya.
apanya sihh yang sedikit?? :D
apanya?? kok pake sedikit? emang apa yang butuh sedikit? kenapa harus sedikit? *waahh mulai lagi KEPO
okedeh, memang sedikit kok. apanya? ilmunya. apanya? pengetahuannya. apanya? umurnya. yap! Neng Raras mo nulis apa sihh?? mungkin gitu ya, pertanyaannya? :D
To the point ajah usia 18 tahun pernah ngga sihh kepikiran -Nikah Muda-?? jawabannya mungkin : belum, udah, ngga pernah, oh itu cita-cita saya, ato bahkan jawabannya "memangnya ini zaman masih pake senggot??" haha
pernah kepikiran dilamar orang? belum. yahh tapi itulah memang yang sedang jadi dilema buat saya.
Jumat, 25 Januari 2013
Nemu yang baru
"I don't wanna run away, but I can't take it I don't understand
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there anyway that I can stay in your arms?"
Dengar sekilas rasanya kita lagi ada di negeri entah dimana, yang disana kita dihadapkan dengan secangkir coklat panas, waffle stroberi topping keju, sambil ngeliat hujan yang datangnya bikin suasana jadi so sweet.. ^_^
Pertama dengar lagu ini sebenarnya sudah lama, cuman belagak cuek aja.. Ehh habis dengar temen nyanyi, jadi demikian jatuh cinta sehingga membuat hati ini bergetar, berdegup kencang.. <lagi deh, alay> :D
Penyanyinya cukup terkenal, namanya Daniel Bedingfield, mungkin masih saudara dekatnya Natasha Bedingfield kali yya.. itu lohh yang lagunya ada yang berjudul "again".. hehe
Berhubung saya suka banget sama lagunya Daniel itu, langsung saya post aja yya... :)
"If You're Not The One"
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there anyway that I can stay in your arms?"
Dengar sekilas rasanya kita lagi ada di negeri entah dimana, yang disana kita dihadapkan dengan secangkir coklat panas, waffle stroberi topping keju, sambil ngeliat hujan yang datangnya bikin suasana jadi so sweet.. ^_^
Pertama dengar lagu ini sebenarnya sudah lama, cuman belagak cuek aja.. Ehh habis dengar temen nyanyi, jadi demikian jatuh cinta sehingga membuat hati ini bergetar, berdegup kencang.. <lagi deh, alay> :D
Penyanyinya cukup terkenal, namanya Daniel Bedingfield, mungkin masih saudara dekatnya Natasha Bedingfield kali yya.. itu lohh yang lagunya ada yang berjudul "again".. hehe
Berhubung saya suka banget sama lagunya Daniel itu, langsung saya post aja yya... :)
"If You're Not The One"
If you’re not the one then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call
If you are not mine would I have the strength to stand at all
I'll never know what the future brings
But I know you're here with me now
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call
If you are not mine would I have the strength to stand at all
I'll never know what the future brings
But I know you're here with me now
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there any way that I can stay in your arms?
Jumat, 18 Januari 2013
From Someone
Milikilah impian setinggi langit, dan
berjuanglah untuk itu. yakin bahwa Allah swt pasti menolong kita, asalkan kita
libatkan juga Dia dalam segala usaha kita. tidak salah orang mempunyai impian,
namun tidak dengan karya. inshaallah, Allah punya banyak cara untuk membuat
Assad (karena ini sebenernya pesan buat seorang penulis) atau kita-kita ini
menjadi orang kaya, terkenal, sukses, punya power, dan dihormati orang.
Iyyap.. ini bukan untuk saya. tapi bisa saya simpulkan bahwa yang dimaksud "kita" pada kutipan diatas tidak lain adalah semua orang yang menjadikan Allah sebagai pelindungnya, sebagai sesembahannya.
Next, ngomong-ngomong soal mimpi, bukan tidak mungkin kita pernah mengkhayal sesuatu di masa depan. Apa yang akan kita lakukan, dimana kita tinggal, bagaimana kita bekerja, dan dengan siapa kita akan hidup. Semuanya memang masih sangat berupa misteri. Tapi saya percaya, bahwa kita adalah apa yang kita usahakan. Tidak ada yang instan, mie instan saja yang katanya instan, masih butuh direbus beberapa saat untuk bisa dimakan. :)
Saya sekarang adalah saya yang dulu pernah saya mimpikan dan saya usahakan. Itulah kuncinya. Butuh proses untuk menjadi kita yang selanjutnya. :)
Jangan pernah takut kemudian berputus asa ketika berproses. Karena sebenarnya proseslah yang membuat puas, yang membuat segalanya berarti, dan yang lebih dinilai Allah sebagai ibadah.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S Al jumu'ah ayat 62 : "Apabila telah ditunaikan shalat, bertebaranlah kamu di muka bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."
Ayat tersebut menghimbau kita untuk tetap bersemangat dalam bekerja dan berusaha.
Semangat dalam proses, semangat dalam hasilnya, dan tetap semangat apapun yang terjadi. tanpa yang satu itu, kita akan sulit sekali untuk menghadapi banyak bahkan sebuah tantangan. Jadi, yang perlu kita lakukan adalah, yakinkan pada diri bahwa Allah akan selalu memberuntungkan hambaNya yang senantiasa bersemangat dalam usahanya, Allah itu menilai berbulir-bulir keringat yang mengalir dalam sebuah usaha. Jangan putus asa, karena yang penting kita ingat adalah jangan berkata "Aku lelah" tapi "Ayo, coba sekali lagi".. :)
Iyyap.. ini bukan untuk saya. tapi bisa saya simpulkan bahwa yang dimaksud "kita" pada kutipan diatas tidak lain adalah semua orang yang menjadikan Allah sebagai pelindungnya, sebagai sesembahannya.
Next, ngomong-ngomong soal mimpi, bukan tidak mungkin kita pernah mengkhayal sesuatu di masa depan. Apa yang akan kita lakukan, dimana kita tinggal, bagaimana kita bekerja, dan dengan siapa kita akan hidup. Semuanya memang masih sangat berupa misteri. Tapi saya percaya, bahwa kita adalah apa yang kita usahakan. Tidak ada yang instan, mie instan saja yang katanya instan, masih butuh direbus beberapa saat untuk bisa dimakan. :)
Saya sekarang adalah saya yang dulu pernah saya mimpikan dan saya usahakan. Itulah kuncinya. Butuh proses untuk menjadi kita yang selanjutnya. :)
Jangan pernah takut kemudian berputus asa ketika berproses. Karena sebenarnya proseslah yang membuat puas, yang membuat segalanya berarti, dan yang lebih dinilai Allah sebagai ibadah.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S Al jumu'ah ayat 62 : "Apabila telah ditunaikan shalat, bertebaranlah kamu di muka bumi, carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."
Ayat tersebut menghimbau kita untuk tetap bersemangat dalam bekerja dan berusaha.
Semangat dalam proses, semangat dalam hasilnya, dan tetap semangat apapun yang terjadi. tanpa yang satu itu, kita akan sulit sekali untuk menghadapi banyak bahkan sebuah tantangan. Jadi, yang perlu kita lakukan adalah, yakinkan pada diri bahwa Allah akan selalu memberuntungkan hambaNya yang senantiasa bersemangat dalam usahanya, Allah itu menilai berbulir-bulir keringat yang mengalir dalam sebuah usaha. Jangan putus asa, karena yang penting kita ingat adalah jangan berkata "Aku lelah" tapi "Ayo, coba sekali lagi".. :)
The Inspire
Salju Gurun
Di hamparan gurun
yang seragam, jangan lagi menjadi butiran pasir.
Sekalipun nyaman
engkau di tengah impitan sesamamu,
tak akan ada yang
tahu jika kau melayang hilang.
Di lingkungan gurun
yang serba serupa, untuk apa lagi menjadi kaktus.
Sekalipun hijau
warnamu, engkau tersebar di mana-mana.
Tak ada yang
menangis rindu jika kau mati layu.
Di lansekap gurun
yang mahaluas, lebih baik tidak menjadi oase.
Sekalipun rasanya
kau sendiri, burung yang tinggi akan melihat kembaranmu di sana-sini.
Di tengah gurun
yang tertebak, jadilah salju yang abadi.
Embun pagi tak akan
kalahkan dinginmu,
angin malam akan
menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah, dan kaktus terperangah.
Semua butir pasir
akan tahu jika kau pergi, atau sekedar bergerak dua inci.
Dan setiap senti
gurun akan terinspirasi
karena kau berani
beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri,
karena kau…berbeda.
Dewi Lestari
Karena hanya dengan menjadi salju di tengah gurun yang membuat kita berbeda. karena hanya dengan menjadi hal yang berbeda kita bisa jalani apa adanya hidup kita. yang tak pernah membuat kita merasa sakit karena menuntut badan kita untuk melakukan hal berat.
Jangan pernah takut karena berbeda. berbeda itulah yang kita punya. milik kita, hanya kita. jangan takut berjalan sendiri. sendiri membuatmu tenang, membuatmu tegar. sendiri membuatmu bisa menjaga privasimu.
Karena berbeda, membuatmu lebih dicari. banyak yang akan merindukanmu. tak ubahnya sejumput salju, yang bahkan sebutir pasir pun tahu bila kau bergerak dua inci. jangan salahkan Tuhan dan dirimu yang menjadikannya berbeda. namun bangkitlah dari itu. berdirilah, berjalanlah, kemudian berlari dan terbanglah!
Langganan:
Postingan (Atom)


